3 September 2018 03:00 PM 111
Semarak HODGEPODGE SUPERFEST 2018 Hari Pertama

HODGEPODGE SUPERFEST 2018, festival musik lintas genre besutan Java Festival Production dan SuperMusic akhirnya digelar selama dua hari berturut, yakni pada 1-2 September 2018. Bertempat di Allianz Ecopark Ancol, hari pertama HODGEPODGE SUPERFEST dimeriahkan oleh beragam penampilan musisi/band keren dan ‘kekinian’.

Total sebanyak 16 penampil dari mancanegara dan lokal turut meriuhkan event musik paling diantisipasi tersebut, di antaranya The Libertines, Sundara Karma, August Alsina, Lemaitre, Swim Deep, Day Wave, Vancouver Sleep Clinic, Marteen, Didirri, Jess Connelly, Elephant Kind, The Trees and The Wild, Soundwave, 70sOC, Barefood, hingga GHO$$ siap memandu pengunjung menghabiskan akhir pekan.


Di sepanjang venue berjejer booth makanan, booth games seru, live mural dari Never Too Lavish , hingga ‘art installation’ serba instragam-able di dalamnya. Tak hanya pengunjung lokal, HODGEPODGE SUPERFEST juga dipenuhi oleh gerombolan wisatawan asing yang memadati venue. Terdapat empat panggung berbeda, yakni Supermusic Stage, CBN Stage, Ecovention Stage, dan Kapal Api Grande Stage.

Lalu lalang pengunjung mulai terlihat. Acara resmi dibuka pada sore hari. Kuartet dark pop GHO$$ muncul sebagai penampil pertama. Diegoshefa dkk sukses membius penonton Ecovention Stage dengan membawakan sejumlah lagu-lagu andalan seperti “Care.Le$$”,  “Benzo”, sampai “Sad Boys Club”. Di saat bersamaan, 70oSC tak kalah dengan menyuguhkan penampilan mereka yang funky dan penuh cinta. Di Kapal Api Grande Stage, band asal Bandung itu berhasil menambahkan keriuhan dan beruntun menampilkan materi-materi dari album Electric Love seperti “Nongkrong 70”, “Lawan”, “Funky Thang”, dan “Satu Cinta”.

Disusul oleh The Trees and The Wild (TTATW), grup asal Bekasi ini sukses menyihir kerumunan pengunjung yang hadir. Tampil dari panggung CBN Stage, TTATW membawakan tiga lagu berdurasi panjang, yakni “Empati Tamako”, “Tuah / Sebak”, dan “Srangan”. Sebagian penonton dibuat hanyut oleh penampilan mereka di sore hari.


Kemudian dilanjutkan dengan performa enerjik dari penyanyi R&B belia, Marteen. Disela-sela manggung dirinya tak ragu memainkan cover hit-hit seperti “Dat $tick” dari Rich Brian dan “In My Feelings” milik Drake. Break setelah magrib, Soundwave kembali menyapa penonton dengan format band untuk pertama kalinya. Pasangan musisi Rinni Wulandari dan Jevin Julian ini membawakan “Satu”, “Peace”, dan lagu pamungkas mereka “Salah”.

Elephant Kind jadi satu-satunya band lokal yang tampil di Supermusic Stage. Kerumunan penonton mulai memadati venue utama. Total sebanyak 11 lagu mereka bawakan. Di antaranya “True Love”, “Love Ain’t”, “Oh Well”, “Montage”, “Beat the Ordinary”, hingga “Scenario I”. Elephant Kind sukses menghibur dan memanaskan para penonton yang hadir.

Tak lama berselang, berturut-turut grup electronic seperti Lemaitre dan Vancouver Sleep Clinic berhasil membuat seluruh pengunjung larut dengan suguhan musik mereka. Ada enam lagu yang dibawakan oleh Vancouver, yakni “In The End”, “Someone to Stay”, “Collapse”, “Killing Mee to Love You”, “Ayahhuasca”, dan “Closure”.


Dilanjutkan dengan performa apik dari penyanyi berbakat asal Filipina, Jess Connelly yang namanya cukup bergaung kencang di jagat maya setahun ke belakang. Musisi R&B August Alsina pun tak ketinggalan tampil menawan di panggung Supermusic Stage. Ia tampil membawakan hit “No Love”. Begitu juga dengan Day Wave yang mencairkan suasana dengan membawakan lagu-lagu seperti “Total Zombie”,  “You”, dan “We Try But We Don’t Fit in” sebagai penutup. Mereka juga sempat membawakan “Ceremony” dari Joy Division/New Order.

Sebelum The Libertines tampil, venue kembali digempur oleh band indie rock yang tengah naik daun, yakni Sundara Karma. Band asal Inggris itu membawakan sederet lagu-lagu yang sudah akrab di telinga penonton seperti, “A Young Understanding”, “Love Blood”, “Olympia”, “Flame”, “One Last Night”, dan “She Said”.


Meski sempat diguyur hujan, para penonton malah tampak makin menikmati suguhan Oscar Pollock dkk. Di sela-sela sebelum mereka manggung, SuperMusic berkesempatan untuk mewawancarai Sundara Karma. “Kami senang berada di sini. Indonesia merupakan tempat yang sangat indah. Kami berharap bisa kembali,” ucap sang vokalis, Oscar ketika ditanyai kesannya pertama kali datang ke tanah air.

Kini giliran The Libertines naik ke panggung utama Supermusic Stage. Mereka menjadi salah satu headliner yang paling ditunggu para pengunjung. Duo Pete Doherty dan Carl Barat menjadi daya tarik HODGEPODGE SUPERFEST di hari pertama. Di atas panggung, kedua musisi ini cukup interakif dengan lautan penonton. Mereka pun tak segan menampilkan intimasi di atas panggung. “Delaney” dan “Barbarian” menjadi lagu pembuka The Libertines.

Tak lama kemudian ia juga turut membawakan nomor-nomor seperti “Fame and Fortune”, “Boys in the Band”, dan “You Are My Waterloo”. Sorak sorai penonton mulai bergema saat The Libertines langsung menghajar lagu “Can’t Stand Me Now” dan dilanjut dengan “What Katie Did”. Lagu lain yang dimainkan malam itu antara lain “Gunga Din”, “Death in the Stairs”, dan “Good Ol’ Days”. Bahkan Pete Doherty sempat melempar harmonika ke penonton.



Tampaknya deretan lagu-lagu yang dibawakan The Libertines belum cukup memuaskan penonton. Lautan pengunjung terdengar melakukan koor massa “We Want More! We Want More!” dan sesekali kompak melantunkan lagu “Time For Heroes”. Lampu sempat padam beberapa saat, kejutan encore telah disiapkan oleh kuartet asal London ini. Para personel kembali ke panggung dan memainkan encore seperti “Music When the Lights Go Out”, dilanjutkan dengan “Up the Bracket”, What a Waster”, “Time For Heroes” dan ditutup manis dengan “Don’t Look Back into the Sun” dan membuat seisi venue ber-sing along dan jingkrak ria bersama.

Selepas The Libertines masih ada penampilan  Swim Deep dan Barefood di sisi panggung Ecovention dan Kapal Api Grande Stage. Swim Deep membawakan sebanyak 12 lagu andalan seperti “Francisco”, “One Great Song and I Could Change the World”, “King City”, sampai “Fueiho Boogie”. Sementara itu Barefood tampil maksimal dengan membawakan nomor-nomor pamungkas seperti “Hitam”, “Perfect Colour” dan “Sullen”.

TAGS