4 September 2018 10:00 AM 149
Riuhnya Hari Penutupan HODGEPODGE SUPERFEST 2018

Setelah sukses bikin penonton di kota-kota Indonesia semangat, hari yang ditunggu akhirnya datang juga! HODGEPODGE SUPERFEST 2018 bareng jajaran band-band lokal dan internasional keren gaspol abisin hari terakhir, 2 September kemarin di Allianz Ecopark, Ancol.

Rumput tipis plus angin menjurus dingin berhasil bikin suasana HODGEPODGE SUPERFEST hari kedua lebih santai. Empat panggung yang kesebar di area Ecopark suguhin atmosfer khas lewat masing-masing penampil di panggung.

Di panggung intim yang colong start dari dua panggung utama, Ecovention Stage dan Kapal Api Grande Stage berhasil hidangin dua pengalaman berbeda di satu area. Panggung Ecovention bikin penonton betah berkat dinginnya ruangan di tengah panasnya sore di Ancol. Sementara jarak yang dipangkas di Kapal Api Grande Stage terus ngundang penonton walaupun panggung utama udah bubaran.

Ecovention Stage dibuka kuintet rock MATS yang tampilin sound menghujam dan energi gede di setiap penampilan mereka. Bisingnya penampilan finalis The Mighty 8 Rockin’ Battle sanggup manasin panggung yang dioper ke Pee Wee Gaskins. Minus drummer Aldy, penampilan mereka di Ecovention Stage tetep bertenaga dan sanggup nyedot penonton.


Kali ini, Pee Wee Gaskins bawain beberapa materi dari album cover Salute to 90’s macam “Dan” (Sheila on 7), “Salah” (Potret) dan “Kangen” (Dewa19). Mereka juga tetep bawain lagu-lagu andalan yang bikin penonton jejingkrakan, dimulai dari “Teriak Serentak,” “Welcoming the Sophomore,” “Di Balik Hari Esok,” “Salah,” “Fluktuasi Glukosa,” “Berbagi Cerita,” “Satir Sarkas,” dan ditutup anthem “Dari Mata Sang Garuda.”

Selesai Pee Wee Gaskins, Ecovention jadi panggungnya musik-musik adem dari band dan musisi internasional. Dimulai dari sound indie rock upbeat Park Hotel yang bikin pentonon goyang-goyang kecil, neo-soul pengiring hujan berlatar pastel dari Tayla Parx, sampe heavy-nya pamungkas post-hardcore/post-rock Cloud Nothings. Area ini selain hadirin musik-musik penenang, juga jadi tempat neduh dari riuhnya hujan di bagian outdoor.


Masih di satu area, Kapal Api Grande Stage suguhin warna beda dari sore sampai dini hari menjelang penampil di panggung ini selalu bisa bangkitin semangat penonton. Dimulai dari Endah n Rhesa, yang kali ini tampil bareng format extended plus enam personel tambahan, sore-sore sayup dibuka dengan suasana riuh lewat lagu-lagu “Gift and Curse,” “I Don’t Remember,” “Liburan Indie,” dan ditutup sama lagu koleksi fresh, “For the Minute.”

Energi di panggung ini makin seru pas unit punk rock SoftAnimal geber repertoar yang belum beredar di pasaran. Panggung mereka kali ini diisi lagu-lagu tempo tinggi yang berhasil narik penonton macam “New Blood,” “Black & White,” “Rolling Door,” cover unit blues Chain” dari Fleetwood Mac dan ditutup nomor agresif baru, “Hukum Rimba.”



Jeda satu jam lantaran hujan yang kurang kenal ampun bikin penonton adem sementara, tapi selang beberapa menit kering mendadak duo electro-funk asal Prancis, Kid Francescoli siap bikin kaki penonton gerak-gerak kecil. Materi-materi dari album Kid Francescoli, With Julia dan Play Me Again berhasil bikin penonton kumpul lagi di depan panggung dan kalahin dinginnya hawa pantai Ancol.

Dua penghuni panggung Kapal Api Grande Stage, The Brandals dan ONAR jadi pamungkas yang bisa ngebakar animo penonton awet sampe ganti hari. Unit rock n’ roll The Brandals buka penampilan mereka lewat lagu lawas “Moonlight Child,” yang lanjut digeber “100 KM/Jam,” “Komoditi Fantasi,” “24 Lewat,” “Tipu Jalanan,” plus “100% Kontrol.” Sebelum nutup panggung lewat, “Awas Polizei,” The Brandals bawain dua materi baru khusus buat HODGEPODGE, “Belum Padam” dan “The Truth is Coming Out.”


Berikutnya giliran grup hip-hop ONAR yang jadi pamungkas Kapal Api Grande Stage, yang kali ini tampil full band dan lebih ganas dari biasanya. Rentetan setlist ONAR di HODGEPODGE mungkin jadi penampilan paling intens mereka lewat “Kota Keras,” “Veteran,” “Tanda Bahaya,” “F Your Jaksel Lifestyle,” “Stubborn,” “With U,” “Hi Tendency,” cover “We Will Rock You” medley “Rockstar, “Peringatan,” “Substansi,” dan ditutup rap acapella Laze, “Budak.” Menjelang tutup hari, ONAR justru bisa bikin Kapal Api Grande Stage terbakar buat terakhir kalinya.


Di dua panggung besar area outdoor, Supermusic Stage dan CBN Stage tampilin band-band dengan dua sound berbeda. CBN Stage yang diisi tiga penampil beruntun dari sore terbukti bisa jadi penenang buat instensitas Supermusic Stage yang terus naik dari sore sampai penghujung hari. Panggung ini tampilin formasi sound mid-tempo dengan konsisten dan apik.

Panggung CBN Stage, dimulai dari kolaborasi Tomorrow People Ensemble bareng vokalis The Brandals, Eka Annash. Walau dikenal sebagai kuartet free jazz paling ngepop, kali ini repertoar mereka diisi lagu-lagu cover David Bowie macam “Space Oddity,” sampe “The Man Who Sold the World” dengan pendekatan jazz plus sentuhan elektronik yang bikin nyetrum menjelang maghrib.

Selesai kombinasi free jazz, elektronik plus David Bowie, giliran solois Rendy Pandugo buka sesi malam lewat sayat-sayatan gitar di lagu “Silver Rain,” “Heaven,” “I Don’t Care,” dan cover Sebuah Kisah Klasik Untuk Masa Depan” dari Sheila On 7. Penampilan Rendy yang bikin penonton kalem dilanjut sama nomor-nomor rock adem dari kuartet Inggris, The Hunna. Sebagai band pamungkas CBN Stage, mereka tampil enerjik dan komunikatif, The Hunna bawain materi dari album 100 dan Dare yang bikin penonton setia di bibir panggung sampe langit gelap.

Beda panggung, beda juga karakter dan atmosfernya, ini terasa jelas di kombinasi CBN Stage kontra Supermusic Stage. Di sisi kanan, CBN Stage bikin penonton adem sementara panggung Supermusic Stage justru bisa naikin terus tensi dari pembukaan sore sampai dini hari menjelang. Penampilan kuartet heavy rock The SIGIT berhasil bikin penonton merapat lewat gempuran rock n’ roll yang belum pernah kendor, dari “Gate Of 15Th” disambung blues dangdut jam, “Soul Sister,” “New Generation,” “Save Me,” “Clove Doper,” “All the Time,” “Conundrum,” dan ditutup lagu andalan, “Black Amplifier.”

Walau sempat terpotong hujan selama satu jam, selepas istirahat maghrib penyanyi neo-r&b/soul Gallant suguhin penampilan prima yang susah ditandingin. Lewat penampilan aktraktif dan enerjik, Gallant aktif di tepi panggung bawain “Haha No One Can Hear You,” “Doesn't Matter,” “Jupiter,” “Crimes,” “Doesnt Matter,” “Cave Me In,” “Miyazaki,” dan akhirnya ditutup, “Percogesic.” Gallant tutup setlist-nya dengan tepuk tangan riuh dari penonton yang udah menuhin bibir Supermusic Stage dari matahari menjelang.


Berikutnya rapper asal Atlanta, Lil’ Yachty yang bikin penonton tambah panas bahkan sampai ada wall of death dan circle pit sampai penampilannya selesai. Penonton yang udah enggak sabar nunggu Lil’ Yachty udah mulai moshing dari mix pembuka “Bad and Boujee” dari Migos sampai “M.A.A.D City” dari Kendrick Lamar. Begitu rambut cornrow merah neon masuk panggung, dan bawain “Who Want the Smoke,” “Ice Tray,” “Wanna’ Be Us,” “ISPY,” dan “From The D To A” crowd langsung pecah, enggak berhenti gerak. Setlist Lil’ Yachty yang lumayan panjang terus digeber lewat hits “Peek A Boo,” “Minnesota,” “One Night,” dan lagu penutup, “Pop Out” tanpa encore.


Band terakhir di panggung utama Supermuic Stage, dan yang paling ditunggu-tunggu sejak gate dibuka, All Time Low akhirnya tutup gelaran HODGEPODGE dengan singalong paling massif di Ancol. Setelah ditunggu-tunggu selama lima tahun sejak panggung terakhir mereka, All Time Low tampil interaktif sembari lompat zig-zag antar album.


Mereka bawain hits-hits dari “Damned If I Do Ya, Damn If I Don’t,” “Everything Is Fine,” “Dark Side of Your Room,” “Weightless,” “Backseat Serenade,” “Life of the Party,” “Do You Want Me Dead,” “Somethings Gotta’ Give,” “Theraphy,” “Missing You,” “The Irony of Chocking on a Lifesaver,” “Kids in the Dark,” “Good Times,” dan “Birthday.” Sebelum nutup panggung mereka, All Time Low sempetin tiga lagu andalan “Lost In Stereo,” dan “Dear Maria Count Me In” masuk repertoar HODGEPODGE SUPERFEST 2018 berakhir. See you on the next HODGEPODGE!

TAGS