27 August 2018 07:00 PM 30
Bandung Menutup Rangkaian ROAD TO HODGEPODGE SUPERFEST 2018 dengan ‘Buaian’ Float

Setelah berturut-turut menyambangi Surabaya, Yogyakarta, Tangerang, dan Jakarta, kini gelaran ROAD TO HODGEPPDGE SUPERFEST 2018 mampir ke Bandung! Menariknya, edisi Bandung kali ini jadi babak penutup rangkaian acara yang udah digelar sepanjang bulan Agustus tersebut.

Gak kalah semangatnya dengan kota-kota lainnya, para ‘barudak’ datang dengan wajah antusias dan riang menyambut ROAD TO HODGEPODGE SUPERFEST 2018 edisi Bumi Pasundan. Digelar pada Sabtu (25/8) kemarin, acara ‘pemanasan’ ini berlokasi di halaman Cihampelas Walk.

Event kolaborasi musik dan seni ini turut menampilkan beragam keseruan di dalamnya. Di antaranya ada penampilan sederet band-band asik kayak Float, GHO$$, dan Radioaktif. Selain suguhan musik keren, panggung ROAD TO HODGEPODGE SUPERFEST 2018 juga dihiasi dengan jajaran penampilan apik dari The Angels Percussion, serta live mural dari kolektif seniman Never Too Lavish, dan gak ketinggalan juga ‘Interactive Wall Installation’.

Seliweran pengunjung mulai nampak di sekitaran halaman Cihampelas Walk. Perlahan venue mulai ramai pada pukul 4 sore hari. Dibuka dengan penampilan kuartet hard rock, Tone Lighter. Performa mereka cukup catchy dengan membawakan beragam nomor andalan disertai dengan cover hit andalan milik Jet “Are You Gonna Be My Girl” dan “Bento” dari Iwan Fals. Enggak lama kemudian, ada penampilan dari band emo belia bernama Clash of the Moon. Mereka sukses mengguncang seisi venue dengan suguhan yang cukup pol!

Panggung ROAD TO HODGEPODGE SUPERFEST 2018 makin riuh dengan penampilan nyentrik dari Nayl Author. Dandanan glam metal ala 80-an dari sang vokalis cukup menyedot atensi pengunjung. Ga nanggung-nanggung mereka membawakan ulang sejumlah nomor-nomor legendaris dari Dewa 19 seperti “Cukup Siti Nurbaya” dan “Cinta Kan Membawamu Kembali” serta lagu “She’s Gone” milik Steelheart. Lengkingan bertenaga dari vokalis mendapat tepuk riuh penonton.

Di sela-sela acara, kolektif seniman Never Too Lavish nampak sibuk mengerjakan mural di tengah-tengah venue. Jika di beberapa kota sebelumnya komplotan Never Too Lavish udah menyelesaikan instalasi mural, maka di kota Bandung mereka telah melengkapinya dengan huruf “G” dan “E” pada kata “Hodgepodge”. Gak jauh dari Never Too Lavish, ada ‘Interactive Wall Installation’ hasil kolaborasi visual keren dari SuperMusic dan GHO$$.

Tiba akhirnya drum session by Yamaha Musik dari grup duo The Angels Percussion. Dua wanita cantik enerjik ini mampu menyajikan permainan drum penuh aksi. Dengan instrumen drum elektrik mereka berhasil memadukan pertunjukan drumming bertenaga dengan sentuhan elektronik. Gak heran para pengujung dibikin terpukau sambil sedikit berjoget ria dan sukses panaskan venue.


Break maghrib. Giliran Radioaktif, salah satu finalis SuperMusic Rockin’ Battle tampil di panggung megah ROAD TO HODGEPODGE SUPERFEST. Grup grunge ini unjuk kebolehan dengan membawakan nomor-nomor cadas andalan seperti “I AM” dan “My God Is the Sun" milik Queens of the Stone Age. Gak ketinggalan mereka menggempur venue dengan penampilan atraktif, alhasil tepuk riuh penonton ikut menggema.

Makin malam makin seru. Kuartet ‘dark pop’ GHO$$ mengambil alih panggung. Jawara SuperMusic Rockin’ Battle ini tampil membawakan materi-materi dari album mini perdana mereka, The Blackest Whiteout, serta sempat membawakan “Sweather Weather” dari The Neighbourhood. Sang vokalis, Diegoshefa mampu menyihir pengunjung dengan pesonanya di atas panggung. GHO$$ menutup penampilan mereka dengan single “Care.Le$$”.


Setelah GHO$$, kini giliran grup folk kenamaan Float ‘menghangatkan’ venue setelah digempur abis-abisan oleh serentetan penampilan memukau. Barisan venue mulai terisi penuh seiring naiknya Float ke atas panggung.


Nampak sejumlah pasangan muda-mudi tengah menikmati tiap alunan indah yang disuguhi Float. Suasana Cihampelas Walk seketika jadi ‘adem’ setelah Float membawakan beberapa lagu andalan seperti “Pulang”, “Sementara”, dan “Stupido Ritmo”.

TAGS